Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Susu Inovasi Yang Sehat dan Halal Untuk Pertumbuhan Anak’

Di era kemajuan teknologi yang semakin cepat sekarang ini, para orang tua dituntut kritis memilih yang terbaik untuk putra putrinya. Terutama di kalangan ibu, setelah masa menyusui secara eksklusif merupakan masa menantang untuk memberikan nutrisi tepat untuk balitanya agar tumbuh optimal baik keterampilan motorik maupun yang tidak kalah penting adalah perkembangan kecerdasan otak. Meskipun pada balita dan anak usia sekolah dasar sudah dikenalkan berbagai makanan untuk menyuplai kebutuhan nutrisinya, susu masih merupakan andalan utama yang sangat mendukung pemenuhan energi dan nutrisi tersebut. Berbagai informasi mengenai produk susu dan manfaatnya dapat diperoleh melalui iklan televisi, media massa, internet melalui milist, media blog dan situs resmi produsen susu dengan sangat mudah. Produk susu di pasaran baik dalam bentuk UHT tetrapack maupun bubuk formula menawarkan keunggulan masing-masing komposisinya sehingga membuat para orang tua semakin bingung memilih mana yang terbaik.

Pertimbangan utama para orang tua dalam memilih produk susu pertumbuhan adalah komposisi nutrisi yang terkandung di dalamnya. Kalori yang cukup untuk pemenuhan sebagian energi, mineral penting yang diperlukan tubuh seperti kalsium, fosfor, magnesium, potasium serta vitamin A dan D sudah seharusnya terkandung dalam susu untuk masa pertumbuhan anak.

Image

Nilai gizi susu dibanding soft drink [1]

Oleh sebab itu, Frisian Flag sebagai salah satu produsen susu pertumbuhan anak terkemuka di Indonesia memperkenalkan inovasi baru dalam produknya yaitu Isomaltulosa pada Susu pertumbuhan Frisian Flag 123 dan 456.

Apakah Isomaltulosa?

Isomaltulosa diketahui bertahun tahun sebagai pemanis pengganti gula sukrosa dalam berbagai produk makanan dan minuman. Isomaltulosa merupakan karbohidrat disakarida yang diperoleh dari sejumlah kecil kandungan tebu dan madu yang dipercaya mampu memberikan energi lebih lama pada tubuh. Isomaltulosa dihasilkan dari sukrosa dengan cara penyusunan ulang enzimatik oleh bakteri Protaminobacter rubrum, antara molekul glukosa dan fruktosa dari rantai 1,2 alpha menjadi rantai 1,6 alpha [2]. Hasilnya, ikatan kuat yang disebut isomaltulosa tersebut memiliki sifat nutrisi dan fisiologis yang berbeda dengan sukrosa.

Beberapa sifat penting isomaltulosa adalah sebagai berikut [3].

1 Nama formula : C12H22O11.H2O, sifat fisik : kristal putih tidak berbau, manis alami dengan angka kemanisan 42% dari gula sukrosa, titik leleh 122-144˚C, sulit terhidrolisa, kelarutan dalam air lebih rendah dari sukrosa, viskositas larutan juga lebih rendah daripada sukrosa pada konsentrasi yang sama.
2 Merupakan makanan untuk pasien penderita diabetes karena tidak menyebabkan kenaikan kadar gula darah dan insulin secara drastis
3 Tidak menyebabkan kerusakan gigi (dental caries) karena jika isomaltulosa dikonsumsi (tanpa keberadaan gula sukrosa di dalam mulut), mikroba Streptococcus tidak dapat menghasilkan asam dan dextran sehingga tidak dapat menyebabkan pengeroposan gigi.
4 Rendah kalori, sehingga aman untuk penderita tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan obesitas
5 Toleransi tinggi, tidak seperti beberapa pemanis buatan lain  (sorbitol, xilitol, oligosakarida lain) yang dapat menyebabkan beberapa keluhan (mual, diare, perut tidak nyaman) sehingga menurut FAO/WHO penggunaannya harus dibatasi. Isomaltulosa 50 gr masih aman untuk konsumsi harian.
6 Rasanya manis alami, tidak seperti pemanis lain yang membutuhkan bahan tambahan untuk menutupi rasa tidak enak.
7 Memiliki stabilitas tinggi, tahan terhadap asam kuat, kondisi alkali, tidak menghasilkan pigmentasi jika terkena suhu tinggi. Sebagai perbandingan, isomaltulosa lebih stabil 10 kali lipat disbanding sukrosa.
8 Non-higroskopik. Isomaltulosa memiliki angka penyerapan kelembaban yang rendah sehingga jika dijadikan gula komersial, akan memudahkan pengemasan dan transportasinya

Dengan keutamaan sifat-sifat tersebut, isomaltulosa dapat menjadi alternatif komponen karbohidrat gula dalam produk susu.

Isomaltulosa dan Diet Karbohidrat

Karena ikatan yang kuat pada disakarida (isomaltulosa) antara glukosa dan fruktosa, maka isomaltulosa tersebut tidak dapat diuraikan oleh enzim ludah di mulut, tetapi ikatan dapat diputuskan seluruhnya dan diserap secara lambat selama proses pencernaan dalam lambung dan usus. Oleh sebab itu, pelepasan gula dalam aliran darah juga terjadi lebih lambat daripada glukosa biasa (dari sukrosa) yang menyebabkan Indeks Glikemik (Glycemic Index/GI) isomaltulosa cukup rendah, yaitu sekitar 32. Sebagai perbandingan, glukosa mempunyai GI 100 [4]. Perlu diketahui, Indeks Glikemik adalah ukuran kuantitatif untuk mengurutkan makanan berdasarkan pengaruhnya pada level glukosa darah[2]. Semakin tinggi nilai GI, semakin tinggi level glukosa darah, begitu pula sebaliknya.

ImageIndeks Glikemik [2]

Kadar GI yang rendah pada isomaltulosa berkaitan dengan kadar insulin dalam tubuh. Hormon insulin berfungsi mengatur keseimbangan kadar gula darah, dapat menstimulasi kerja otot, juga membantu penyimpanan lemak. Oleh sebab itu, kadar GI yang rendah akan menyebabkan pelepasan insulin dalam tubuh juga rendah. Dampak baiknya, kenaikan dan penurunan kadar gula darah secara drastis dapat dihindari. Di samping itu juga dapat mempercepat pembakaran lemak, menunda rasa lapar, dan membantu melepaskan energi dengan stabil dan terus menerus. Oleh karenanya, isomaltulosa sebagai pengganti gula biasa sangat berguna bagi penderita diabetes atau pun bagi yang melakukan diet karbohidrat untuk menghindari obesitas, khususnya mencegah obesitas pada anak usia pertumbuhan dengan mengkonsumsi susu ber-isomaltulosa yang disertai aktivitas motorik pendukung lainnya.

ImagePerbandingan Pelepasan Energi oleh Isomaltulosa (Palatinosa (TM)) dengan Sukrosa [2]

Isomaltulosa dan Isu  Dental Caries

Terkadang orang tua dipusingkan dengan informasi yang banyak beredar di masyarakat bahwa mengkonsumsi susu pertumbuhan mempunyai efek samping pada anak, terutama berkaitan dengan kerusakan gigi akibat kandungan gula pada susu.

Berdasarkan penelitian oleh T Ooshima et al [5], konsumsi sukrosa berlebihan dapat menyebabkan pembentukan plak gigi. Dalam waktu dan kondisi yang ditentukan, relawan yang melakukan diet isomaltulosa mempunyai indeks plak (plaque index) yang paling rendah, sementara yang hanya mengkonsumsi sukrosa mempunyai indeks pembusukan plak paling tinggi. Di samping itu, ketiadaan sukrosa menyebabkan bakteri Streptococcus pada lidah menurun drastis. Oleh sebab itu, isomaltulosa sangat tepat dijadikan pengganti sukrosa dalam berbagai produk makanan atau minuman.

Keterkaitan Isomaltulosa dalam Susu Pertumbuhan Frisian Flag 123 456 dengan Kecerdasan Otak

Penyerapan isomaltulosa yang terkandung dalam susu pertumbuhan Frisian Flag 123 dan 456 ke dalam sistem pencernaan yang terjadi secara lambat memberikan manfaat positif bagi perkembangan otak si kecil. Mengapa demikian? Pelepasan karbohidrat yang lambat namun kontinyu dalam tubuh berarti memberikan suplai energi yang stabil dan terus menerus. Hal ini penting terutama untuk aktivitas otak yang bekerja dengan menghabiskan lebih dari 40% energi yang diperlukan tubuh pada anak usia 1-6 tahun [6]. Di samping itu, otak dengan berat sekitar 10% dari total berat tubuh tidak dapat menyimpan sendiri energinya. Dengan demikian, otak memerlukan nutrisi yang cukup dan berkesinambungan agar dapat tumbuh dan bekerja secara optimal. Maka tidak heran dari uji klinis oleh Friesland Campina dan Fakultas Kedokteran salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia terhadap anak usia 1-6 tahun yang mengkonsumsi susu ber-isomaltulosa serta dilengkapi nutrisi pendukung lainnya menghasilkan kesimpulan tingkat konsentrasi yang lebih lama dan daya ingat yang lebih baik daripada anak yang mengkonsumsi susu tanpa isomaltulosa [6].

Susu Ber-Isomaltulosa Halal?

Berangkat dari kondisi sebagian konsumen susu di Indonesia adalah muslim, penting untuk mengetahui dengan jelas produk susu yang akan dikonsumsi sudah berstatus halal atau tidak. Tanpa label tersebut, masyarakat akan sulit menilai dan pada akhirnya akan muncul keraguan untuk mengkonsumsinya karena berpegang pada prinsip meninggalkan segala hal yang masih diragukan kehalalannya.

Berkaitan dengan inovasi produk isomaltulosa pada susu pertumbuhan Frisian Flag 123 dan 456, tak perlu diragukan kehalalannya karena isomaltulosa berasal dari bahan alami yaitu sebagian kecil komponen tebu dan madu. Proses pembuatannya melibatkan mikroorganisme Protaminobacter rubrum yang mengubah struktur enzimatik sukrosa, membentuk ikatan kuat di antara glukosa dan fruktosa. Dalam hal penggunaan mikroba, MUI melalui Fatwa MUI No.1 Tahun 2010 [7] mengatakan bahwa mikroba pada dasarnya halal asalkan tidak membahayakan dan telah bebas dari barang najis. Produsen Frisian Flag juga telah mengantongi sertifikat halal MUI pada kemasan produknya sehingga konsumen tak perlu khawatir.

Dengan berbagai keunggulan inovasi yang ditawarkan Frisian Flag pada produk susu pertumbuhan untuk anak usia 1-6 tahun ini tentu saja merupakan solusi untuk menjawab kebingungan konsumen dalam memilih produk susu pertumbuhan yang tepat. Masyarakat tentunya dapat mengambil kesimpulan dan keputusan terbaik untuk putra putrinya agar membantu mereka menjadi insan yang cerdas, terampil, dan berakhlak mulia.

Referensi:

[1] Anonim. 2011. Frisian Flag Indonesia. http://www.frisianflag.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1383%3Anilai-gizi&catid=110%3Anilai-gizi&Itemid=661&lang=id

[2] Palatinose (TM) Brochure. Palatinose-The functional carbohydrate providing better energy. http://www.beneo-palatinit.com/en/Food_Ingredients/Isomaltulose/What_is_Isomaltulose/Palatinose-Brochure_EN_1.pdf

[3] Anonim. 2012. Sino Sweeteners Information http://www.sinosweeteners.net/archives/tag/isomaltulose

[4] Anonim. 2012. A functional, low glycaemic index carbohydrate to aid fat loss or support carbohydrate loading for performance. ROS Nutrition. http://www.rosnutrition.com/ie/knowledgecentre/writeup/isomaltulose

[5] T Ooshima et al. 1990. Plaque Formation of Dietary Isomaltulose in Humans, Caries Research 24(1):48-51 (1990). Copy right Gale Group (2004). http://findarticles.com/p/articles/mi_m0887/is_n3_v9/ai_8841831/

[6] Anonim. 2012. Artikel tentang Otak : Isomaltulosa Suplai Energi Lebih Lama Pada Anak. http://www.ibudanbalita.com/isomaltulosa/article/isomaltulosa-suplai-energi-lebih-lama-bagi-anak

[7] Fatwa MUI No.1 Tahun 2010 tentang Penggunaan Mikroba da Produk Mikrobial dalam Produk Pangan. http://halalmui.org/images/stories/Fatwa/fatwa-mikroba.pdf

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.