Feeds:
Posts
Comments

Di era kemajuan teknologi yang semakin cepat sekarang ini, para orang tua dituntut kritis memilih yang terbaik untuk putra putrinya. Terutama di kalangan ibu, setelah masa menyusui secara eksklusif merupakan masa menantang untuk memberikan nutrisi tepat untuk balitanya agar tumbuh optimal baik keterampilan motorik maupun yang tidak kalah penting adalah perkembangan kecerdasan otak. Meskipun pada balita dan anak usia sekolah dasar sudah dikenalkan berbagai makanan untuk menyuplai kebutuhan nutrisinya, susu masih merupakan andalan utama yang sangat mendukung pemenuhan energi dan nutrisi tersebut. Berbagai informasi mengenai produk susu dan manfaatnya dapat diperoleh melalui iklan televisi, media massa, internet melalui milist, media blog dan situs resmi produsen susu dengan sangat mudah. Produk susu di pasaran baik dalam bentuk UHT tetrapack maupun bubuk formula menawarkan keunggulan masing-masing komposisinya sehingga membuat para orang tua semakin bingung memilih mana yang terbaik.

Pertimbangan utama para orang tua dalam memilih produk susu pertumbuhan adalah komposisi nutrisi yang terkandung di dalamnya. Kalori yang cukup untuk pemenuhan sebagian energi, mineral penting yang diperlukan tubuh seperti kalsium, fosfor, magnesium, potasium serta vitamin A dan D sudah seharusnya terkandung dalam susu untuk masa pertumbuhan anak.

Image

Nilai gizi susu dibanding soft drink [1]

Oleh sebab itu, Frisian Flag sebagai salah satu produsen susu pertumbuhan anak terkemuka di Indonesia memperkenalkan inovasi baru dalam produknya yaitu Isomaltulosa pada Susu pertumbuhan Frisian Flag 123 dan 456.

Apakah Isomaltulosa?

Isomaltulosa diketahui bertahun tahun sebagai pemanis pengganti gula sukrosa dalam berbagai produk makanan dan minuman. Isomaltulosa merupakan karbohidrat disakarida yang diperoleh dari sejumlah kecil kandungan tebu dan madu yang dipercaya mampu memberikan energi lebih lama pada tubuh. Isomaltulosa dihasilkan dari sukrosa dengan cara penyusunan ulang enzimatik oleh bakteri Protaminobacter rubrum, antara molekul glukosa dan fruktosa dari rantai 1,2 alpha menjadi rantai 1,6 alpha [2]. Hasilnya, ikatan kuat yang disebut isomaltulosa tersebut memiliki sifat nutrisi dan fisiologis yang berbeda dengan sukrosa.

Beberapa sifat penting isomaltulosa adalah sebagai berikut [3].

1 Nama formula : C12H22O11.H2O, sifat fisik : kristal putih tidak berbau, manis alami dengan angka kemanisan 42% dari gula sukrosa, titik leleh 122-144˚C, sulit terhidrolisa, kelarutan dalam air lebih rendah dari sukrosa, viskositas larutan juga lebih rendah daripada sukrosa pada konsentrasi yang sama.
2 Merupakan makanan untuk pasien penderita diabetes karena tidak menyebabkan kenaikan kadar gula darah dan insulin secara drastis
3 Tidak menyebabkan kerusakan gigi (dental caries) karena jika isomaltulosa dikonsumsi (tanpa keberadaan gula sukrosa di dalam mulut), mikroba Streptococcus tidak dapat menghasilkan asam dan dextran sehingga tidak dapat menyebabkan pengeroposan gigi.
4 Rendah kalori, sehingga aman untuk penderita tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan obesitas
5 Toleransi tinggi, tidak seperti beberapa pemanis buatan lain  (sorbitol, xilitol, oligosakarida lain) yang dapat menyebabkan beberapa keluhan (mual, diare, perut tidak nyaman) sehingga menurut FAO/WHO penggunaannya harus dibatasi. Isomaltulosa 50 gr masih aman untuk konsumsi harian.
6 Rasanya manis alami, tidak seperti pemanis lain yang membutuhkan bahan tambahan untuk menutupi rasa tidak enak.
7 Memiliki stabilitas tinggi, tahan terhadap asam kuat, kondisi alkali, tidak menghasilkan pigmentasi jika terkena suhu tinggi. Sebagai perbandingan, isomaltulosa lebih stabil 10 kali lipat disbanding sukrosa.
8 Non-higroskopik. Isomaltulosa memiliki angka penyerapan kelembaban yang rendah sehingga jika dijadikan gula komersial, akan memudahkan pengemasan dan transportasinya

Dengan keutamaan sifat-sifat tersebut, isomaltulosa dapat menjadi alternatif komponen karbohidrat gula dalam produk susu.

Isomaltulosa dan Diet Karbohidrat

Karena ikatan yang kuat pada disakarida (isomaltulosa) antara glukosa dan fruktosa, maka isomaltulosa tersebut tidak dapat diuraikan oleh enzim ludah di mulut, tetapi ikatan dapat diputuskan seluruhnya dan diserap secara lambat selama proses pencernaan dalam lambung dan usus. Oleh sebab itu, pelepasan gula dalam aliran darah juga terjadi lebih lambat daripada glukosa biasa (dari sukrosa) yang menyebabkan Indeks Glikemik (Glycemic Index/GI) isomaltulosa cukup rendah, yaitu sekitar 32. Sebagai perbandingan, glukosa mempunyai GI 100 [4]. Perlu diketahui, Indeks Glikemik adalah ukuran kuantitatif untuk mengurutkan makanan berdasarkan pengaruhnya pada level glukosa darah[2]. Semakin tinggi nilai GI, semakin tinggi level glukosa darah, begitu pula sebaliknya.

ImageIndeks Glikemik [2]

Kadar GI yang rendah pada isomaltulosa berkaitan dengan kadar insulin dalam tubuh. Hormon insulin berfungsi mengatur keseimbangan kadar gula darah, dapat menstimulasi kerja otot, juga membantu penyimpanan lemak. Oleh sebab itu, kadar GI yang rendah akan menyebabkan pelepasan insulin dalam tubuh juga rendah. Dampak baiknya, kenaikan dan penurunan kadar gula darah secara drastis dapat dihindari. Di samping itu juga dapat mempercepat pembakaran lemak, menunda rasa lapar, dan membantu melepaskan energi dengan stabil dan terus menerus. Oleh karenanya, isomaltulosa sebagai pengganti gula biasa sangat berguna bagi penderita diabetes atau pun bagi yang melakukan diet karbohidrat untuk menghindari obesitas, khususnya mencegah obesitas pada anak usia pertumbuhan dengan mengkonsumsi susu ber-isomaltulosa yang disertai aktivitas motorik pendukung lainnya.

ImagePerbandingan Pelepasan Energi oleh Isomaltulosa (Palatinosa (TM)) dengan Sukrosa [2]

Isomaltulosa dan Isu  Dental Caries

Terkadang orang tua dipusingkan dengan informasi yang banyak beredar di masyarakat bahwa mengkonsumsi susu pertumbuhan mempunyai efek samping pada anak, terutama berkaitan dengan kerusakan gigi akibat kandungan gula pada susu.

Berdasarkan penelitian oleh T Ooshima et al [5], konsumsi sukrosa berlebihan dapat menyebabkan pembentukan plak gigi. Dalam waktu dan kondisi yang ditentukan, relawan yang melakukan diet isomaltulosa mempunyai indeks plak (plaque index) yang paling rendah, sementara yang hanya mengkonsumsi sukrosa mempunyai indeks pembusukan plak paling tinggi. Di samping itu, ketiadaan sukrosa menyebabkan bakteri Streptococcus pada lidah menurun drastis. Oleh sebab itu, isomaltulosa sangat tepat dijadikan pengganti sukrosa dalam berbagai produk makanan atau minuman.

Keterkaitan Isomaltulosa dalam Susu Pertumbuhan Frisian Flag 123 456 dengan Kecerdasan Otak

Penyerapan isomaltulosa yang terkandung dalam susu pertumbuhan Frisian Flag 123 dan 456 ke dalam sistem pencernaan yang terjadi secara lambat memberikan manfaat positif bagi perkembangan otak si kecil. Mengapa demikian? Pelepasan karbohidrat yang lambat namun kontinyu dalam tubuh berarti memberikan suplai energi yang stabil dan terus menerus. Hal ini penting terutama untuk aktivitas otak yang bekerja dengan menghabiskan lebih dari 40% energi yang diperlukan tubuh pada anak usia 1-6 tahun [6]. Di samping itu, otak dengan berat sekitar 10% dari total berat tubuh tidak dapat menyimpan sendiri energinya. Dengan demikian, otak memerlukan nutrisi yang cukup dan berkesinambungan agar dapat tumbuh dan bekerja secara optimal. Maka tidak heran dari uji klinis oleh Friesland Campina dan Fakultas Kedokteran salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia terhadap anak usia 1-6 tahun yang mengkonsumsi susu ber-isomaltulosa serta dilengkapi nutrisi pendukung lainnya menghasilkan kesimpulan tingkat konsentrasi yang lebih lama dan daya ingat yang lebih baik daripada anak yang mengkonsumsi susu tanpa isomaltulosa [6].

Susu Ber-Isomaltulosa Halal?

Berangkat dari kondisi sebagian konsumen susu di Indonesia adalah muslim, penting untuk mengetahui dengan jelas produk susu yang akan dikonsumsi sudah berstatus halal atau tidak. Tanpa label tersebut, masyarakat akan sulit menilai dan pada akhirnya akan muncul keraguan untuk mengkonsumsinya karena berpegang pada prinsip meninggalkan segala hal yang masih diragukan kehalalannya.

Berkaitan dengan inovasi produk isomaltulosa pada susu pertumbuhan Frisian Flag 123 dan 456, tak perlu diragukan kehalalannya karena isomaltulosa berasal dari bahan alami yaitu sebagian kecil komponen tebu dan madu. Proses pembuatannya melibatkan mikroorganisme Protaminobacter rubrum yang mengubah struktur enzimatik sukrosa, membentuk ikatan kuat di antara glukosa dan fruktosa. Dalam hal penggunaan mikroba, MUI melalui Fatwa MUI No.1 Tahun 2010 [7] mengatakan bahwa mikroba pada dasarnya halal asalkan tidak membahayakan dan telah bebas dari barang najis. Produsen Frisian Flag juga telah mengantongi sertifikat halal MUI pada kemasan produknya sehingga konsumen tak perlu khawatir.

Dengan berbagai keunggulan inovasi yang ditawarkan Frisian Flag pada produk susu pertumbuhan untuk anak usia 1-6 tahun ini tentu saja merupakan solusi untuk menjawab kebingungan konsumen dalam memilih produk susu pertumbuhan yang tepat. Masyarakat tentunya dapat mengambil kesimpulan dan keputusan terbaik untuk putra putrinya agar membantu mereka menjadi insan yang cerdas, terampil, dan berakhlak mulia.

Referensi:

[1] Anonim. 2011. Frisian Flag Indonesia. http://www.frisianflag.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1383%3Anilai-gizi&catid=110%3Anilai-gizi&Itemid=661&lang=id

[2] Palatinose (TM) Brochure. Palatinose-The functional carbohydrate providing better energy. http://www.beneo-palatinit.com/en/Food_Ingredients/Isomaltulose/What_is_Isomaltulose/Palatinose-Brochure_EN_1.pdf

[3] Anonim. 2012. Sino Sweeteners Information http://www.sinosweeteners.net/archives/tag/isomaltulose

[4] Anonim. 2012. A functional, low glycaemic index carbohydrate to aid fat loss or support carbohydrate loading for performance. ROS Nutrition. http://www.rosnutrition.com/ie/knowledgecentre/writeup/isomaltulose

[5] T Ooshima et al. 1990. Plaque Formation of Dietary Isomaltulose in Humans, Caries Research 24(1):48-51 (1990). Copy right Gale Group (2004). http://findarticles.com/p/articles/mi_m0887/is_n3_v9/ai_8841831/

[6] Anonim. 2012. Artikel tentang Otak : Isomaltulosa Suplai Energi Lebih Lama Pada Anak. http://www.ibudanbalita.com/isomaltulosa/article/isomaltulosa-suplai-energi-lebih-lama-bagi-anak

[7] Fatwa MUI No.1 Tahun 2010 tentang Penggunaan Mikroba da Produk Mikrobial dalam Produk Pangan. http://halalmui.org/images/stories/Fatwa/fatwa-mikroba.pdf




KEBIJAKAN PEMERINTAH TERKAIT GAS ALAM

Beberapa kebijakan yang dilakukan Pemerintah Belanda dalam mengelola produksi dan distribusi gas alamnya antara lain sebagai berikut.

  1. Undang-Undang ‘Nota de Pous’

Kebijakan gas di Belanda berdasarkan undang-undang “Nota de Pous” tahun 1961 yang menyatakan bahwa eksploitasi cadangan gas Belanda harus disesuaikan dengan penjualan gas tersebut dan bahwa keamanan suplai gas jangka panjang menjadi tugas Negara. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah memerlukan Gas N.V. Nederlandse Unie (Gasunie)–fasilitas gas alam utama di Belanda– untuk beroperasi dalam kebijakan pengambilan gas yang ketat untuk menjamin keamanan pasokan jangka panjang untuk konsumen gas domestik. Khususnya, harus ada cadangan yang cukup untuk mencakup jumlah total permintaan gas domestik di Belanda selama 25 tahun ditambah komitmen ekspor yang dikontrak. Gasunie membeli gas dari Energie Beheer Nederland BV (EBN) — produsen gas alam Belanda– dan perusahaan produksi lain serta mengimpor dari negara-negara Eropa Barat. Gasunie kemudian menjual gas secara langsung ke stasiun pembangkit, konsumen industri skala besar, dan perusahaan distribusi.

2. ‘Marginal fields policy’

Gasunie juga akan memfasilitasi pengembangan lapangan baru dengan menyediakan pasar secepatnya untuk seluruh produksi gas. Kebijakan tersebut dicapai dengan kebijakan lapangan tambahan ‘marginal fields policy’ dan dicapai dengan menggunakan lapangan Groningen untuk menyeimbangkan fluktuasi pasokan musiman sehingga Gasunie dapat berproduksi dari lapangan lepas pantai yang kecil pada saat load factor.

3. Pasar bebas

Pemerintah mengambil langkah membuka pasar energi Belanda sebagai konsekuensi European Gas Directive 98/30/EC. Pasar pengguna akhir untuk pengguna industri besar dibebaskan pada 1 Januari 2003 dan pasar yang kecil dibuka pada 1 Juli 2004.

4. Sosialisasi penggunaan gas alam

Pengenalan gas alam di pasaran sukses di masa awal. Sejak itu, banyak orang Belanda beralih menjadi penjual gas. Sebelum hal itu bisa terjadi, dua kondisi syarat utama diperlukan: jaringan jalur distribusi primer dan sekunder harus tepat dan ketel uap pembakar batubara domestik harus diganti dengan ketel gas dan sistem penghangat terpusat. Gas alam sebagian besar diterima sebagai pertanda kemakmuran. Dalam waktu 20 tahun, Belanda menjadi konsumen terbesar gas alam di dunia, mencakup 98% di sektor domestik dan kira-kira 50% suplai energi primer, kondisi yang belum tersaingi oleh Negara lain.

5. Small fields policy

Sosialisasi gas alam yang cepat tidak hanya menaikkan popularitasnya tetapi juga menaikkan permintaan. Riset kemudian dimulai untuk lapangan gas lain. seperti di Drenthe, Overijssel, Friesland, dan belasan tempat lain di bawah Laut Utara. Meskipun tidak ada satupun dari tempat tersebut yang melebihi kapasitas lapangan Groningen, jika dikumpulkan, kapasitas lapangan-lapangan tersebut dapat mencapai ratusan milyar m3 gas.

Lapangan-lapangan kecil tersebut terbukti cukup mahal dieksploitasi. Perlu sejumlah besar survei eksplorasi, operasi pengeboran eksplorasi dan penggunaan unit produksi biaya tinggi. Dalam usaha mencari cara yang lebih efektif untuk mengambil cadangan menjadi produksi, pemerintah Belanda mengeluarkan kebijakan lapangan gas kecil (small fields policy). Kebijakan itu cukup sederhana dan efektif. Sebagai tambahan, ditawarkan insentif pajak yang menarik, produsen diberikan garansi penjualan. Kebijakan itu terbukti mencapai sukses besar dan berlanjut hingga sekarang. Selama bertahun-tahun, kesuksesan pemerintah dan parlemen Belanda telah mengesahkan dan menguatkan kembali kebijakan itu.

Parlemen Belanda mensosialisasikan gas alam kepada perusahaan-perusahaan minyak di tahun 1970 untuk mengeksplorasi dan mengembangkan akumulasi yang lebih kecil, untuk memperpanjang umur lapangan Groningen. Kebijakan tersebut terbukti sangat sukses, dan banyak lapangan yang lebih kecil ditemukan, dengan volume gas terambil cukup besar. Akibatnya, lebih dari 50% cadangan gas alam di Uni Eropa masih diproduksi dari wilayah Belanda, dengan sekitar 2/3-nya berasal dari lapangan Groningen. Groningen digunakan sebagai kapasitas cadangan sehingga jika permintaan lokal maupun untuk ekspor melebihi suplai dari lapangan kecil, lapangan Groningen yang besar dapat menutupi kekurangannya.

Di akhir tahun 1980an, kira-kira 50% sumber lapangan Groningen telah diambil, menggunakan mekanisme pengaturan deplesi gas standar. Untuk memastikan eksploitasi yang berkelanjutan dan efisien, NAM memutuskan untuk mengubah sistem pengaturan kompresi gas, menggunakan kompresor yang digerakkan listrik untuk mendorong gas keluar dari reservoir.

Peta sebaran gas alam di Belanda

http://www.gasterra.com/naturalgas/Pages/NaturalgasintheNetherlands.aspx

7. Underground gas storage

Permintaan gas sangat berfluktuasi, tapi produksi optimum dari lapangan gas membutuhkan tekanan tetap dan tinggi. Sejak lebih dari 50% lapangan Groningen diambil, tekanan alami menurun dan tidak cukup lagi untuk menyuplai volume yang dibutuhkan saat permintaan puncak.

Untuk memenuhinya dan menjamin pengambilan optimum dan umur lapangan, penyimpanan gas bawah tanah dikembangkan, menggunakan dua lapangan gas kecil di sebelah barat Groningen, Norg dan Grijpskerk. Selama musim panas, gas alam yang sedang sepi permintaan, diinjeksikan ke dalam batuan reservoir yang diambil di lapangan tersebut. Hal itu meningkatkan tekanan reservoir pada fasilitas penyimpanan sehingga dapat memproduksi gas alam lebih cepat seperti yang diperlukan selama musim dingin berikutnya.

PERAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI EKSPLOITASI GAS ALAM DI BELANDA TERHADAP IPTEK DUNIA

  1. Pengembangan teknologi pemanfaatan gas di Groningen merupakan pelopor dalam inovasi teknologi eksplorasi dan eksploitasi hidrokarbon yang berlanjut hingga sekarang. Di tahun 1970an dan 1980an telah berkembang teknologi kebumian berupa penggambaran lapangan gas yang lebih baik, penggambaran sesar dan pengaruh terhadap penilaian volume. Sedangkan di tahun 1990an tercapai penggambaran bawah laut, dan prediksi utama sifat reservoir. Setelah 50 tahun berproduksi, integrasi teknologi terakhir di semua disiplin ilmu bawah permukaan (subsurface) menjadi sangat penting untuk strategi produksi dan rencana pengembangan lapangan di masa depan

2. Lapangan gas Groningen merupakan pelopor dalam pendalaman sumur produksi , di samping penggunaan teknik liquefaksi baru dan penggunaan kapal-kapal LNG yang lebih efisien karbon dan lebih besar telah membuat bahan bakar lebih portable melintasi seluruh dunia.

3. Di Groningen ditemukan fakta awal bahwa Sesar reservoir merupakan faktor penting dalam produktivitas sumur gas. Hal itu dapat membatasi aliran gas menuju arah tertentu. Akibat pemisahan tersebut dan tekanan yang turun, perlu dikembangkan fasilitas sumur yang tepat untuk menjamin perolehan maksimum. Ilmu kebumian yang dikembangkan membantu mengidentifikasi dan mengeksploitasi seluruh bagian lapangan

4. Keputusan mengkonservasi lapangan Groningen sementara mengembangkan lapangan kecil akan memungkinkan generasi mendatang menikmati keuntungan suplai energi yang cukup besar dan aman.

5. Jangka waktu eksploitasi yang lebih panjang memungkinkan teknologi dan inovasi semakin maju dalam produksi, sehingga perolehan maksimum dapat tercapai. Saat daya tarik terhadap sumber hidrokarbon alternatif berkembang, terbukti minyak berat dan gas yang rapat terdapat di bawah Groningen, sehingga infrastruktur modern yang telah ada akan dapat memfasilitasi ekstraksi.

Sumber:

http://www.gasterra.com/naturalgas/Pages/NaturalgasintheNetherlands.aspx

http://www.geoexpro.com/history/groningen/

http://www.mbendi.com/indy/oilg/gas_/eu/nl/p0005.htm



LAPANGAN GAS GRONINGEN

Lapangan gas Groningen di Belanda Utara adalah lapangan gas terbesar di Eropa dan urutan ke-10 di dunia. Sejak ditemukan di tahun 1959, lapangan gas itu menjadi lokasi pembelajaran teknis dalam industri minyak yang menunjukkan bagaimana kemampuan mengeksploitasi sumber sebesar itu.

Lapangan gas Groningen dimiliki oleh Shell sebesar 30%, ExxonMobil 30%, dan EBN (Energie Beheer Nederland) 40%. Lapangan tersebut menyediakan 2800 milyar m3 (100 trillion cubic feet – TCF) terestimasi selama umur produksinya dan telah berproduksi kira-kira 1800 milyar m3 (65 TCF) sejauh ini.


Lapangan gas Groningen di Belanda
http://content.edgar-online.com/edgar_conv_img/2003/05/07/0001047469-03-017276_EX99-1IMAGE120.JPG

Gas Groningen atau disebut G-gas yang merupakan gas alam dari lapangan Slochteren di Groningan, terdiri atas 81% metana, 3,6% hidrokarbon ringan, dan 0,4% H2S, ditambah N2 dan CO2. Gas Groningen menghasilkan rata-rata 31.7 MJ/m³ energi pembakaran. Hal itu ekivalen dengan 8,8 kWh energi.

Formasi dan komposisi lapangan gas Slochteren
http://www.gasterra.com/naturalgas/Pages/Whatisnaturalgas.aspx

Penemu dan operator lapangan Groningen adalah NAM (Nederlandse Aardolie Maatschappij), sebuah perusahaan yang dibentuk di tahun 1943 untuk mengeksplorasi hidrokarbon di Belanda, di mana Shell dan ExxonMobil mempunyai kepemilikan saham 50-50.

Penemuan gas yang sangat besar di Groningen menyebabkan konsentrasi produksi dengan pengelompokan yang dinamakan klaster, di sumur-sumur yang relatif dekat, masing-masing dengan pusat perlakuan dan kontrol tersendiri, untuk meminimalkan biaya. Produksi dimulai bulan Desember 1963, dengan beberapa kelompok di enam sumur, kemudian NAM segera merealisasikan lebih banyak klaster sumur di bagian utara dan tengah di lapangan gas untuk menjaga tekanan reservoir agar setimbang. Saat ini ada 300 sumur, tersebar di 29 kelompok produksi, memproduksi sekitar 1.200 Bcfg (35 milyar cmg) pertahun, rata-rata 3,3 milyar cfg/hari.

Klaster lapangan Groningen yang telah diperbarui telah didisain untuk membuat dampak visual sekecil mungkin terhadap lingkungan. Sumber: NAM
http://www.geoexpro.com/history/groningen/

Monumen Gas Alam (Natural gas monument), Groningen (Photo: FlickR/Detlev Schobert). Monumen ini menggambarkan molekul gas metana yang diperbesar dan memperingati 40 tahun ekstraksi gas alam di Provinsi Groningen.
http://farm3.static.flickr.com/2609/4035293069_b7166faa87_m.jpg

SISTEM TRANSPORTASI GAS ALAM DI BELANDA

Dampak gas Groningen terhadap ekonomi Belanda sangat cepat dan luas. Dalam beberapa tahun, jaringan pipa telah tersebar melintasi Negara dan mayoritas perumahan telah beralih ke gas alam sebagai sumber energi utama. Banyak bisnis menggunakannya di seluruh negeri karena dapat menghemat biaya dengan mengganti gas dari batubara yang mahal dengan gas alam.

Operator sistem transmisi gas Belanda adalah Gas Transport Services B.V. (GTS), yang didirikan pada 2 Juli 2004. GTS berbadan hukum di bawah perlindungan Interventie- en Implementatiewet (Hukum Implementasi dan Intervensi). Belanda mempunyai jalur pipa gas yang menghubungkan terminal yang berlokasi di Uithuizen, Callantsoog, Wijk aan Zee, dan Maasvlakte, demikian pula dengan jalur pipa lepas pantai yang menghubungkan banyak lapangan lepas pantai kecil.

Gambar Jalur Pipa Gas di Belanda
http://www.biosng.com/existing-infrastructure/dutch-infrastructure/

Gas alam disuplai oleh produsen melalui stasiun pengisi ke Stasiun Transmisi Gas, pada tekanan 66 bar. Pasir, kondensat, dan kontaminan lain dihilangkan dari gas di wellhead. GTS mengalirkan gas menuju konsumen, yaitu perusahaan pensuplai gas Belanda, konsumen industri besar, dan juga diekspor ke beberapa Negara di Eropa (Jerman, Belgia, Perancis, Italia, Swiss, dan Inggris). Sistem transmisi utama terdiri atas sekitar 11.000 km jalur pipa gas alam pada tekanan yang berbeda-beda, ditambah pembangkit dan peralatan untuk kompresi, pencampuran, pengukuran, dan pengaturan aliran gas yang berbeda.

Jalur Transmisi Tekanan Tinggi (High Transmision Line–HTL)
Jaringan Jalur transmisi tekanan tinggi sepanjang 5.000 km membawa gas pada tekanan 43-66 bar, dan terkadang mencapai 80 bar. Gas memasuki sistem di stasiun pengkondisian gas produsen di lapangan gas ataupun stasiun impor di perbatasan. Titik akhir HTL adalah stasiun pengukuran dan pengaturan (M&R), yang membentuk hubungan antara HTL dengan jaringan jalur transmisi regional (RTL), dan ke stasiun ekspor

Jalur Transmisi Regional (Regional Transmision Line– RTL)
Jaringan RTL mempunyai total panjang 6.000 km. tekanan operasi umumnya 16-40 bar. Jaringan RTL disuplai dari jaringan HTL melalui stasiun M&R. di stasiun tersebut, tekanan pada sistem HTL diturunkan menjadi tekanan operasi yang kurang dari 40 bar. Fungsi lain stasiun M&R adalah untuk memberikan karakteristik bau gas sebagai indikator kebocoran gas. Bau gas biasanya zat tetrahidrotiofin (THT). Stasiun M&R juga mensuplai data pengukuran terkait tekanan dan aliran, yang penting untuk mengontrol aliran gas pada jaringan tersebut.

Stasiun Perpindahan
Jalur RTL mengalirkan gas menuju stasiun perpindahan, yang berupa sumber aliran gas untuk pipa gas utama untuk penggunaan energi lokal dan industri, serta ujung akhir jalur ini sama jauhnya dengan GTS. Ada sekitar 1.100 stasiun perpindahan, dengan dua fungsi yaitu mengurangi tekanan jalur pipa dan mengukur volume gas yang disuplai. Jaringan gas pada perusahaan pensuplai gas beroperasi pada tekanan 8 bar atau kurang. Ketika tekanan jatuh hingga 30 bar (Stasiun RTL), dan sebanyak 60 bar (stasiun HTL) diiringi dengan penurunan temperatur, maka gas akan panas terlebih dahulu (preheated). Seiring dengan waktu, gas masuk ke jalur pipa gas domestik, tekanan relatif turun menjadi 25 milibar, tekanan penggunaan standar di Belanda.

Stasiun Ekspor
Seperti stasiun perpindahan, stasiun ekspor menandai berakhirnya jalur gas terkait GTS. Ada 17 stasiun ekspor, mensuplai gas ke Belgia, Perancis, Jerman, Italia, Inggris dan Swiss.

Jaringan Distribusi Gas Lokal
Bertolak belakang dengan sistem transmisi utama, jaringan lokal (yang posisinya berhubungan antara konsumen individu dengan jaringan utama) dimiliki terutama oleh perusahaan distribusi lokal. Perusahaan lokal mendapatkan spesifikasi gas yang diinginkan melalui sistem transmisi utama dari penjual gas. Pengawas jaringan mengatur sistem transmisi utama dan jaringan lokal.

Sumber:

EEBR Report – Netherlands, 2004
Summary: Presents information on the status of energy sources in the Netherlands as of 2004. Electricity; Gas; Coal; Renewables.
http://www.britannica.com/bps/additionalcontent/18/18120857/EEBR-Netherlands

http://google.brand.edgar-online.com/EFX_dll/EDGARpro.dll?FetchFilingHTML1?ID=2287122&SessionID=TbTMWF6350xwU77
http://www.biosng.com/existing-infrastructure/dutch-infrastructure/
http://www.digitalenergyjournal.com/displaynews.php?NewsID=1026

http://www.gasterra.com/naturalgas/Pages/Whatisnaturalgas.aspx
http://www.geoexpro.com/history/groningen/




OVERVIEW

Cadangan gas alam Belanda adalah yang terbesar di Eropa Barat. Belanda adalah Negara penghasil gas alam mentah (gross) terbesar ketiga di Eropa. Produsen terbesar kedua, Norwegia menginjeksi kembali 39% gas yang diproduksi (untuk produksi minyak bumi) dan konsekuensinya, Belanda adalah produsen terbesar kedua gas bersih (net) dan juga eksportir. Saat dimulainya produksi gas di Belanda, Groningen adalah produsen terbesar tetapi pada 25 tahun terakhir, banyak lapangan gas kecil meningkatkan kontribusinya dan sekarang bertanggung jawab terhadap dua pertiga produksi gas alam.

Produsen gas alam utama adalah Energie Beheer Nederland BV (EBN). Belanda mempunyai fasilitas gas alam utama, Gas N.V. Nederlandse Unie (Gasunie) yang membeli gas dari EBN dan perusahaan produksi lain dan mengimpor dari negara-negara Eropa Barat. Gasunie kemudian menjual gas secara langsung ke stasiun pembangkit, konsumen industri volume besar, dan perusahaan distribusi.

Lokasi lapangan eksploitasi gas alam di Groningen

http://www.shell.com/static/aboutshell-en/images/our_strategy/major_projects/groningen/gallery/groningen3_gallery.jpg

Meskipun Belanda memiliki cadangan gas penting di Laut Utara, sebagian besar produksi adalah dari sumur daratan dan banyak gas alam yang diproduksi dari Provinsi Groningen, yang berbatasan dengan Laut Utara. Konsumsi gas alam di Belanda hanya sekitar 2/3 dari produksinya, sedangkan sisanya diekspor. Belanda saat ini menjadi eksportir gas alam terbesar kelima di dunia.

Perekonomian dan kesejahteraan Belanda bergantung pada sumber daya gas alam yang besar yang ditemukan tahun 1959 dekat Slochteren di Propinsi Groningen. Diperkirakan sumber daya gas alam yang terdapat di sana lebih dari 300 milyar kubik meter, merupakan persediaan gas kedua terbesar di dunia pada saat itu. Berkat penemuan itu, Belanda secara bertahap mengganti seluruh kebutuhan bahan bakarnya dengan gas. Hampir setiap rumah tangga menggunakan gas alam, dan lebih dari sepuluh ribu rumah kaca serta sekitar lima ribu perusahaan mempunyai saluran gas alam. Bagi pemerintah Belanda, gas alam adalah sumber pendapatan. Negara mendapatkan keuntungan. Harga gas alam dikaitkan dengan harga minyak, dan jika harga minyak terus naik, maka naik pula pendapatan negara dari gas alam.

Gas alam tersebut asalnya tersekap dalam batu berpori di bawah tanah. Kandungan gas tersebut ditutup dari atas oleh sebuah lapisan batu yang tahan air. Ketika gas disedot, batu itu tetap ditempatnya semula. Namun demikian, apabila penyedotan gas dilakukan secara besar-besaran, pergeseran bumi dapat terjadi disebabkan karena kekosongan di bawah tanah, sehingga dapat menyebabkan retakan di dinding atau jalan.

Gambar peta persebaran ladang minyak dan gas di Belanda

http://images.energy365dino.co.uk/standard/107421_317b780e6d3040cea508.jpg

Perusahaan minyak dan gas sedang mencari perpanjangan umur lapangan yang ada ketika harga energi jatuh dan makin ketatnya kredit pendanaan untuk mengeksploitasi cadangan baru.

Slochteren, yang gasnya mulai dipompa pada tahun 1963, menghasilkan rata-rata 40 milyar kubik meter pertahun, lebih dari setengah produksi Belanda. Lapangan tersebut, sumber kemakmuran Negara terbesar, telah menghasilkan lebih dari 160 milyar Euro pendapatan untuk Negara.

Gas yang rapat menjadi sulit untuk diakses karena komposisi batuan dan pasir di sekitarnya. Karena ekstraksi yang kompleks, produsen memerlukan pendanaan yang cukup untuk mengambilnya. Refleksi harga minyak dan gas dan lambatnya produksi di Slochteren dapat membuat pengembang untuk mencari sumber yang tidak biasanya.

Sejak krisis minyak di tahun 1970, pemerintah Belanda menjaga cadangan sementara mengeksplorasi dan mengembangkan deposit lain. Ketika permintaan gas melebihi suplai total dari lapangan lain, Slochteren menutup kekurangannya.

SEJARAH


Basin Permian selatan memanjang dari Inggris ke Polandia. Lebih dari 250 juta tahun setelah pengendapan, batuan sedimen yang terbentuk dari sedimen tersebut berakhir sebagai reservoir Groningen dan beberapa lapangan gas lain, di Belanda daratan maupun lepas pantai. Sumber: NAM.

http://www.geoexpro.com/history/groningen/

Ketika di tahun 1952, salah satu sumur tertua dibor di bagian utara Belanda, Harktede, ditemukan jejak gas di padang pasir Permian yang lebih rendah. Waktu itu pengebor sebenarnya mencari minyak dan targetnya adalah formasi Permian Zechstein yang lebih tinggi. Sumur berikutnya, dibor tahun 1955, juga gagal menemukan minyak di Zechstein dan bor dicabut sebelum mencapai level Permian yang lebih rendah.

22 Juli 1959, di Slochteren ditemukan sejumlah besar gas yang komersial di formasi Rotliegend Permian yang lebih rendah. Hal yang sama juga diperoleh di sumur kedua, 2,3 km ke tenggara, juga ditemukan banyak gas di Rotliegend.

Lokasi sumur Groningen pertama,1959

http://www.geoexpro.com/sfiles/84/93/2/picture/well-test-slochteren-59.jpg

Lapangan Groningen berada di bagian utara Belanda, dekat perbatasan dengan Jerman.

Source: NAM/TNO

Sumur berikutnya dibor 20 km barat daya Slochteren dekat Delfzijl dan ditemukan juga sejumlah besar gas sehingga penemuan tersebut menjadi signifikan. Semua sumur mempunyai kontak gas-air pada kedalaman yang sama, menandakan bahwa ketiganya bukanlah penemuan yang berbeda tapi merupakan satu lapangan Groningen raksasa. Akhirnya, lapangan tersebut akan terbukti mencakup area 900 km2 dan menghasilkan 99 Tcf (2800 milyar m3) perolehan gas. Meskipun banyak penemuan terjadi sejak 1959, Groningen tetap merupakan lapangan gas terbesar di Eropa dan terbesar ke-10 di dunia.

Hingga 1959, Laut Utara dikatakan sebagai tempat penemuan hidrokarbon utama yang memungkinkan. Akhirnya, penemuan terbuka di seluruh Eropa barat daya menuju industri hidrokarbon daratan dan lepas pantai. Banyak Negara tidak siap akan hal ini, dan parlemen harus cepat, termasuk metode demarkasi batas lepas pantai antar Negara, sementara sistem sewa berjangka untuk eksplorasi harus ditentukan. Namun demikian, 10 tahun setelah penemuan Groningen, seluruh Laut Utara bagian selatan di bawah 58°N secara virtual telah dibuka untuk eksplorasi hidrokarbon.

Gambar bawah permukaan lapangan gas Groningen. Sumber: NAM

http://www.geoexpro.com/history/groningen/

sumber:

Bloomberg, http://www.energy-pedia.com/article.aspx?articleid=135614

EEBR Report – Netherlands, 2004

Summary:

Presents information on the status of energy sources in the Netherlands as of 2004. Electricity; Gas; Coal; Renewables.

http://www.britannica.com/bps/additionalcontent/18/18120857/EEBR-Netherlands

http://en.wikipedia.org/wiki/Economy_of_the_Netherlands

http://images.energy365dino.co.uk/standard/107421_317b780e6d3040cea508.jpg

http://static.rnw.nl/migratie/www.radionetherlands.nl/currentaffairs/region/netherlands/080710-dutch-natural-gas-redirected

http://www.geoexpro.com/history/groningen/

http://www.geoexpro.com/sfiles/84/93/2/picture/well-test-slochteren-59.jpg

http://www.shell.com/static/aboutshell-en/images/our_strategy/major_projects/groningen/gallery/groningen3_gallery.jpg

dua tower BTS mengapit sang fajar

Sekarang sudah saatnya kenyamanan akses telekomunikasi bisa dinikmati masyarakat hingga pelosok negeri. meningkatnya jumlah industri penyedia jaringan telekomunikasi dan jasa telekomunikasi yang diberi kebebasan pemerintah untuk menjangkau ke kawasan terpencil merupakan kabar gembira bagi masyarakat yang telah lama menantikan akses jalur telekomunikasi kabel. Dengan layanan telekomunikasi nirkabel menggunakan telepon selular, kini masyarakat di daerah pedesaan dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk memenuhi kebutuhan mereka akan telekomunikasi sekaligus informasi. Patut disyukuri, membanjirnya operator selular sistem prabayar meningkatkan suasana persaingan usaha yang sehat sehingga masyarakat dapat menikmati dampaknya yaitu tarif telekomunikasi yang lebih murah dengan kualitas yang cukup memadai pula.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!